Kamis, 14 Mei 2009

NyangNyang From Tuapejat

From Muara Siberut, the capital city of Siberut Selatan sub-district, it will take about 1.5 to 2 hours to get to this island for Rp 600.000 to Rp. 800.000. You can also go to Nyang-Nyang from Tuapejat, the capital city of Mentawai district,

in about two hours.

If you take the Siberut way, from the arrival gate or exit gate of Minangkabau international airport, you can take a bus to the port of Muara Padang. From there, you can travel across the Indian Ocean to Siberut Island by motor boat.

Boat schedules from Padang to Siberut are only twice a week, on Monday night (Sumber Rezeki Baru ship) and Thursday night (Simasin ship). This trip will take one night so the ships will return to Padang on Tuesday and Friday nights. Tickets for these ships are sold for Rp 105.000 to Rp. 125.000 each. There is an additional ship operating on the first and second weeks of each month. This Ambu-Ambu ship leaves on Saturday night from Muara Padang and returns from Siberut to Padang on Sunday night.

If you take the Tuapejat way, from Minangkabau international airport, you can take a small plane such as Tiger Air or SMAC to Tuapejat on Sipora Island.

Indonesian.Travel

Reading...

Senin, 04 Mei 2009

Pulau Nyangnyang

Pasir putih, ombak besar yang bergulung, hangatnya sinar matahari...

Menemukan surga di Sumatera Barat tepatnya di kawasan Kepulauan Mentawai rasanya tak sulit. Pulau Nyang-Nyang, salah satunya. Pulau yang memenuhi sederetan ‘maunya’ wisatawan asing maupun lokal.
Hampir seluruh pulau di Kepulauan Mentawai sering disebut surga bagi para peselancar, termasuk Pulau Nyang-Nyang. Pasalnya, ketika musim ombak, tinggi ombak bisa mencapai empat meter. Biasanya terjadipada pertengahan tahun.
Jika kapal kayu atau perahu motor penduduk enggan melaut, justru kondisi ombak seperti inilah yang menjadi dambaan bagi para peselancar di tepi pantai Pulau Nyang-Nyang.

Sebagian besar peselancar yang datang adalahorang-orang kulit putih alias Bule. Demikian keterangan sejumlah penduduk lokal yang ditemui. Keadaan ini juga berlaku di beberapa pulau lain di sekitar Pulau Nyang-Nyang, seperti Pulau Sipora tempat ibukota Kabupaten Mentawai berada, Pulau Karamajat, Pulau Siloinak, Pulau Mainu, Pulau Pagai Utara dan Pagai Selatan.

Pulau Nyang-Nyang adalah salah satu pulau di Kecamatan Siberut Selatan. Dari Muara Siberut, ibukota kecamatan, perjalanan ke Pulau Nyang-Nyang dengan boat kecil memakan waktu lebih dari satu jam sedangkan dengan boat besar menghabiskan waktu satu setengah hingga dua jam. Perjalanan dengan boat besar memakan waktu lebih dalam keadaan normal karena air tidak terlalu pasang.

Boat besar yang berisi maksimal 8 orang dapat disewa dengan harga mulai dari Rp 600.000-800.000 untuk sekali perjalanan. Oleh karena itu, dating secara berkelompok sangat disarankan supaya biaya perorangan menjadi lebih murah. Selain melalui Muara Siberut, Pulau Nyang-Nyang juga dapat dicapai sekitar dua jam perjalanan dari Tuapejat, ibukota Kabupaten Mentawai.

Pengunjung yang mendatangi pulau ini biasanya menghabiskan waktu seminggu. Mereka menginap di rumah-rumah penduduk dengan tarif tertentu yang jauh lebih murah bila menginap di sebuah resort yang dibangun di pulau tersebut. Jika menginap di rumah penduduk yang masih terbuat dari kayu dengan bentuk tertentu, tentu saja interaksi dengan para penduduk asli menjadi kesan tambahan dalam perjalanan wisata para pengunjung.

Selain berselancar dan berkeliling dengan berjalan kaki ataupun dengan menggunakan boat, pengunjung dapat melihat langsung kehidupan sehari-hari penduduk setempat, misalnya aktivitas mencari dan membuat sagu sebagai bahan makanan pokok atau menangkap ikan di laut.

Di sore hari, pengunjung dapat menghabiskan waktu dengan menyeruput kelapa muda sambil menikmati terbenamnya matahari di ufuk barat. Jangan lupa juga membeli beberapa hasil tangkapan penduduk dari laut untuk makan malam. Meminta tolong kepada pemilik rumah tempat menginap untuk membakar hasil tangkapan tersebut sah-sah saja.

Tentu saja dengan imbalan secukupnya. Di pulau ini, penduduk memang mengandalkan hasil laut sebagai makanan sehari-hari mereka. Oleh karena itu, jika tidak terlalu suka hasil tangkapan dari laut, bawalah bekal bahan makanan khusus ketika tiba di Kepulauan Mentawai.

Pulau Nyang-Nyang biasanya ramai pada musim ombak. Selain ramai dengan para wisatawan dan peselancar, pulau ini juga dipenuhi dengan penduduk dari pulau-pulau seberang untuk menjajakan berbagai cendera mata, seperti kaus atau baju, gelang-gelang, maupun ukiran khas Mentawai berbentuk orang yang sedang mendayung sampan.

Keeksotisan Pulau Nyang-Nyang memang mengesankan. Nyiur melambai dengan kemayu dengan latar belakang langit yang biru jernih serta deburan ombak membuat ingin kembali ke Pulau Nyang-Nyang yang perlu untuk dikenang. Namun perlu waspada, Kepulauan Mentawai secara umum terkenal dengan hewan seperti nyamuk yang bernama Agas. Gigitannya sangat gatal. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk membawa lotion anti nyamuk atau sejenisnya.

Reading...